Rabu, 09 November 2011

RUMAH ADAT KASEPUHAN

RUMAH ADAT KASEPUHAN

Rumah warga masyarakat Kasepuhan adalah Hateup salak Tihang Cagak yang berarti bentuk dan type rumah adat adalah rumah panggung menggunakan atap daun [kiray dan daun tepus] dengan bilik bambu dan tiang kayu, atau juga bisa berarti harus menggunakan bahan-bahan alami. bagian rumah terbagi dalam 5 (lima) tahapan seperti umpak, kolong, beuteung, para dan hateup, semua memiliki fungsi yang telah dirancang leluhur untuk guna dan manfaat penghuninya.
Bentuk rumah panggung adalah bentuk rumah yang sudah dipakai lama oleh leluhurA  di tatar sunda, dari sabang sampai merauke sebelum adanya pengaruh luar yang dibawa pada era kolonial, menggunakan bentuk rumah yang sama, rumah panggung. Salah satu nilai fungsinya adalah tahan getaran ketikaA  gempa terjadi, fleksibiltas membuat bangunan tetap utuh karena bahan alam. Rupanya leluhur sangat faham akan kontur tanah yang vulkanis dengan gunung berapi dimana-mana, sehingga bangunan yang cocok di tanah air ini adalah bangunan seperti ini.A  selain itu juga dengan bahan atap yang ringan dari dedaunan dan diikatkan pada layeus, tak ada ketakutan ketika gempa datang. Kearifan lokal yang telah dirancang leluhur untuk kepentingan anak cucu di kemudian hari bisa kita lihat dari bentuk rumah panggung itu sendiri.
1. Umpak, menggunakan batu menahan hubungan langsung dengan tanah sehingga tidak membuat kayu menjadi cepat lapuk dan menahan serangan rayap.
 2. Kolong, selain berfungsi untuk peternakan dimana ayam dan bebek bisa di simpan didalamnya, juga membuat jarakA  dengan tanah. pemahaman kami tentang tanah adalah bumi bernafas, siang hari menarik panas dan malam hari mengeluarkan panas , sebuah proses alami tentang terbentuknyaA  energi bumi.leluhur telah menetapkan dalam tatanan aturan adat yang ketika disadari ternyata lebih aman dan lebih sehat dibanding rumah yang langsung kontak dengan tanah.
3. Beuteung atawa eusi [perut dan isi] yang menjadi bagian tengahnya, mnggunakan bahanA  bilik bambu. bahan yang sangat lentur dan fleksibel dengan kekuatan yang telah dibuktikan oleh para arsitektur modern sekarang, bahwa bambu memiliki kekuatan dan kelenturan yang jauh lebih baik dibanding besi dan baja sekalipun.
4. Para adalah tempat penyimpanan bahan makanan dan bibit-bibitan berada di bagian atasnya dapur, walaupun berwarna hitam karena jelaga tetapi bahan makan akan terjaga kondisinya ketika disimpan di para. sebelum ada refregerator atau kulkas, leluhur telah mewariskan tempat yang paling konndusif untuk menyimpang segala bahan makanan dan gudang. belakangan banyak dibicarakan tentang teknologi pengasapan sebagai cara yang terbaik untuk penyimpanan bahan makanan, kemudian sekarang ini digali lagi dan dikembangkan kerena nilai kesehatan dan keawetannya.
5. Hateup atau atap. harus menggunakan bahan dedaunan, rupanyawarisan ini sebagai penghormatan terhadap alam sebagai guru, dengan meniru dan menempat lam diposisinya itulah yang terbaik untuk hidup dan kehidupan manusia. Disini posisi daun menempati posisi paling atas dalam bangunan adat, kayo adalah penopang, dan batu menjadi dasar, sedangkan tanah seharusnya berada di posisi paling bawah. dalam pandangan ajaran leluhur kami tidak menempatkan tanah diatas kepala, selain itu juga berat bebannya, apalagi ketika ditanyakan ` apa disebut nya ketika tanah sudah berada diatas kepala?`.
Dibeberapa bangunan lain daun ilalangA  dan honje dipergunakan juga menggunakan Talahab untuk kandang dan kamar mandi. dan akan lebih tahan lama kalau atap dilapisi lagi dengan Injuk, Ijuk ini berfungsi menahan air dan angin. ketika air hujan turun ijuk menjadi filters air yang sangat baik mampu menetralisir kandungan asam yang dibawa hujan, adakah filter yang baik lagi selain ijuk?
Arah bangunan warga adat Ciptagelar nampaknya berbeda dengan masyarakat adat Baduy dan kampung Naga dan adat lainnya yang bisa terlihat dari arah bangunan yang seragam dan searah, ketika anda suatu saat berkunjung ke tempat kami maka akan didapati arah bangunan lebih menyesuaikan dengan kontur tanah dan keselarasan dengan bangunan yang lainnya, perhitungan baik buruk penghuniya kalau di tempat lain dikenal sekarang dengan istilah fengshui dan hongsui yang dihitung juga berdasarkan hari baik personal tiap pemiliknya.
sedangkan jenis bangunan yang dipakai diistilahkan oleh bagian Pangabasan seperti Saung Kandang, Sontog, Julang Ngapak, Jingjing Regis dan Tagog Anjing
Bagian -bagian dalamA  rumah
Pembagian ruang dalam rumah warga adat umunya terbagi dalam dua bagian Imah dan Pawon , Imah bisa berupa ruang tengah yang juga ada kamar-kamar disalah satu sisinya, Pawon adalah dapur untuk memasak dan menyimpan makanan dan bahan makanan.ukurannya bisa berbanding sama besarnya. kenapa? karena pawon bagi kami lebih banyak melakukan aktifitas masak-memasak dan lebih hangat, dan lebih seperti ruang tamu bagi siapapun yang berkunjung.
Hawu atau tungku masak, terbuat dari bahan batu cadas yang ditempat diatas parako , dengan tempat penyimpanan kayu bakar diatasnya. semua kegiatan memasak nasi dalam aturan adat istiadat harus menggunakan kayu bakar yang diambil dari hutan. sedangkan barang modern seperti kompor minyak dan gas bisa dipergunakan untuk memasak selain nasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes