Sabtu, 03 Desember 2011

permainan rakyat jawa


Permainan rakyat tersebar di daerah Jawa Barat, dan merupakan bagian dari folklore. Kecenderungan manusia untuk menikmati suatu permainan yang mendidik dan menggembirakan, sebenarnya bersifat universal, namun tiap daerah atau tempat memiliki cara yang berlainan. Masyarakat Jawa Barat sejak jaman dulu telah memiliki banyak permainan yang dilakukan terutama oleh anak-anak pada waktu senggang. Bila permainan rakyat yang ada di Jawa Barat kita kaji ternyata bersifat edukatif; mengandung unsur pendidikan jasmani, kecermatan, kelincahan, daya pikir, apresiasi artistik (unsur seni), kesegaran psikologis dan sebagainya. Keterampilan berprestasi yang bersifat hiburan dalam wujud permainan rakyat kita jumpai di mana-mana. Beberapa macam permainan rakyat daerah Jawa Barat diantaranya adalah :

Bebentengan
Permainan ini dilakukan oleh anak laki-laki atau perempuan sebanyak 16–24 orang.
Permainan ini memerlukan tempat yang cukup luas dengan ukuran kira-kira 10 X 5 meter2 sehingga dapat bermain leluasa, alat yang diperlukan beberapa buah bata/batu sebagai bentengnya.
Ditinjau dari segi edukatif permainan ini sangat baik bagi perkembangan bakat dan membantu pertumbuhan jasmani anak-anak karena secara tidak langsung melatih kelincahan dan kecepatan lari, juga melatih penglihatan di samping mempelajari cara mengecoh lawan.

Congkak
Permainan ini umumnya digemari kaum wanita tua, muda dan anak-anak, dilakukan dikala waktu senggang.
Alat yang diperlukan sebuah congkak terbuat dari kayu/plastik beserta 98 butir biji-bijian atau kewuk/lokan.
Permainan dilakukan oleh 2 orang dapat dilakukan di lantai atau di atas meja. Permainan congkak melatih keterampilan menghitung dan melatih tanggung jawab pada diri sendiri dan rasa setia kawan.

Dogdog Lojor
Permainan ini merupakan permainan pelengkap dari suatu upacara adat Seren Taun, Ngaruat dan Pesta Panen untuk memeriahkan suasana.
Pelaku permainan dogdog lojor sebanyak 12 orang dibagi 2 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 2 orang pemain dogdog dan 4 orang pemain angklung, tiap kelompok ada pemimpinnya, biasanya salah seorang pemain dogdog.
Permainan diawali dengan iringan lagu-lagu vocal dari para pemain dengan pantun-pantun yang sederhana, mereka terus bergerak mengikuti irama lagu membentuk lingkaran. Para pemain melanjutkan permainannya dengan acara ngadu atau bertanding. Pertandingan yang dilakukan seperti gerakan ucing-ucingan, oray-orayan, ngadu bedug/dogdog, ngadu domba, ngadu jalan. Permainan yang dilakukan orang dewasa ini di samping melatih keterampilan memainkan dogdog dan perasaan estetika juga sebagai hiburan.

Ecor
Permainan Ecor ini terdapat di kampung Krajan Wadas, desa Kedawung, Kecamatan Talagasari, Kabupaten Karawang.
Dilakukan oleh anak laki-laki yang dilakukan di pinggir sungai atau empang ikan bandeng.
Permainan ini merupakan pertandingan antar dua kelompok yang anggotanya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes